Asaku....
Ya Allah ya Rabb...
Aku adalah hambamu yg nista,
Penuh dengan kenaifan..
Khilaf, dosa dan alpa,
Namun ...
Pintaku hanya hidayahMu..
Kasih sayangMu..
Ridho dan keberkahanMu..
Yang menjadi asa hidupku...
Akhiri detak jantungku..
Dengan kalimat menyebutMu..
Tetap menghamba padaMu..
Engkau ambil nyawaku.
Dengan mengingatMu..
Kau beri aku.
Di akhir waktuku..
Dengan...
Khusnul khotimah.
Amiin ya Allah....
Rabu. Dinihari..26 november 2014
.
Aku adalah seorang putri dari dua bersaudara, dari seroarng ibu yang sangat taat dan sholehah. Beliau begitu berkorban untuk kami berdua, dalam derita dan keterbatasan yang dimilikinya. Beliau cantik nan ayu, taat beribadah dan masuk dalam ibu yang sukses, menjadikan kami berdua menjadi pegawai, dua wanita yang mampu mandiri dan bekerja sendiri tanpa menggantungkan pada laki-laki. Meski dalam pernikahan pertama beliau gagal, menjadikan kami memiliki seorang bapak tiri yang sangat bertanggung jawab. itu semua berkat beliau yang meu berkorban untuk kami, dua anak perempuannya, meski bersuamikan 17 tahun diatas beliau. Beliau rela mengesampingkan kesenangan dan kebahagiaannya demi masa depan kami berdua. terima kasih ibu,,,, terima kasih bunda ....terima kasih atas semuanya. semoga Engkau senantiasa sehat, tegar, tabah, bahagia lahir bathin , dunia dan akhirat. jika boleh ku meminta pada Allah, Engkaulah yang paling berharga dan paling ku cintai di dunia ini, diatas suami dan anakku, setelah Engkau dan RasulMu... namun karena aku seorang istri dan seorang ibu, maka cinta itu aku tempatkan pada porsinya.
Sehingga
tiada berlebihan dikala diriku, akan mengalirkan air mataku dengan
sesaknya dada ini, kala ku lantunkan lagu ini.... untukmu ibuku, I Love you my Mom.... Bundaku Sayang...
BUNDA...
Bunda engkaulah super heroku. Super women . Darimulah muara kasih dan sayang Ku dapatka... cinta tulus tak bertepi telah ku reguk.....
Engkaulah muara kasih dan sayang.
Apapun pasti kau lakukan
demi anakmu yang tersayang
demi anakmu yang tersayang
Bunda tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
untuk diriku yang kau sayang
untuk diriku yang kau sayang
Saat diriku dekat dalam sentuhan,
peluk kasihmu nan sayang
peluk kasihmu nan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan,
doamu kau sertakan
doamu kau sertakan
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Ku ingin kau tahu bunda
Betapa ku mencintaimu
lebih dari segalanya
Betapa ku mencintaimu
lebih dari segalanya
Ku mohon restu dalam langkahmu,
bahagiaku seiring doamu
bahagiaku seiring doamu
Bunda tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
untuk diriku yang kau sayang
untuk diriku yang kau sayang
Saat diriku dekat dalam sentuhan,
peluk kasihmu nan sayang
peluk kasihmu nan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan,
doamu kau sertakan
doamu kau sertakan
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Ku ingin kau tahu bunda
Betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Ku mohon restu dalam langkahmu,
bahagiaku seiring doamu
bahagiaku seiring doamu
ku mohon restu dalam langkahmu,
bahagiaku seiring doamu
bahagiaku seiring doamu
Kakakku stu stunya, Hj. Eko Susanti, Spdi, MPd,
Sebagai guru SD...
Bersuamikan H. Sigit Gunawan, SE. yang berdinas di PT. Sucofindo. Putranya 3 orang, terdiri dari 1 cewek dan 2 cowok.

ku
mengagumimu.. ku terpesona padamu..ulama hebatku.. selalu ku tunggu tausyiahmu....Kunanti untaian kalimat2 indahmu..yang mampu menyejukkan
kalbu, yang dahaga Cahaya penghantar Hidayah, tuk menggapai bahagia di
akhir Cerita.Ulama
hebatku.....Kau ku rindu..ku nanti..ku cinta..semua susunan kalimatmu, adalah motor penggerakku tuk menggapai hidayah cahayaNya...
Puji Syukur yang tiada terhingga,
karena Engkau telah memberikan kedamaian kepadaku,
Berupa Kesempatan untuk bercengerama denganMu...
Mengadu dan merajuk padaMu.....
Bersandar dalam belaian Kasih sayangMu....
Memohon dan meminta pertolonganMu........
Subhanallah....
Indahnya tiada terhingga, tiada terukur dengan apapun.
Keindahan, Kedamaian, Kebahagiaan yang ku dapat dari itu,
tiada mungkin dapat terbayarkan dengan apapun,
Tiada dapat terucapkan dengan kata kata,
Tiada dapat terungkapkan, kecuali hanya bisa aku rasakan...
ALLAHU AKBAR..................
Engkau Maha Besar....
Hanya Engkau Yang Maha Tahu akan segala sesuatu,
Dan siapapun itu, yang akan Engkau berikan HidayahMu,
Kasih SayangMu dan Bentangan KasihMu....
Meski aku tiada pantas untuk itu,
namun YA RABB.
Ku berharap, raih diriku untuk selalu berjalan,
sesuai jalanMu.... sesuai RidhoMu, tuk meraih keberkahanMu.
Aku merindukanMu ya Rabb..... Jika aku jauh dariMu..
Jangan biarkan aku jauh dariMu Ya Allah........
Jangan biarkan aku melupakanMu........
Karena hampanya hatiku jika aku jauh dariMu.
Kosongnya jiwaklu jika aku tidak merajuk, berkeluh kesah padaMu...
Jangan diamkan aku jika melangkah jauh dariMu....
Ya Allah....
betapa sepinya aku, tanpa menghamba padaMu,
Namun karena kehinaankulah, terkadang aku melangkah menjauh dariMu,
karena duniaMu, sering aku menghinakan diriku. dengan melangkah jauh dariMu,
Tiada sadar menjatuhkan diriku dalam jurang kenistaan yang jauh dari keberkahanMu.
Karenyanya Ya Rabb............
Bimbing daku selalu di jalanMu..
Raih aku tuk selalu mendekat padaMu,
Bentangi aku dalam kepak sayap Kasih Sayangmu,
Naungi aku dalam KeberkahanMu,
Ajaklah daku dalam Lurus jalanMu,
Berikan daku kehangatan RidhoMu....
Agar kebahagiaan dan kedamaian itu dapat aku miliki selamanya,
Ketentraman serta kebarkahan daku rasakan, dalam menapaki sisa kefanaan dunia,
disisa hembusan nafasku ini.
Abadan Abada...
Fiddunya Wal Aakhiroh...
I Miss U, Ya Allah.......
Saat aku wisuda Pasca sarjana ilmu Hukum di Undaris, Ungaranpada tanggal 25 April 2013.
Kebahagiaaanku saat bersama Putri tercintaku....
Fathimah
Nadia Qurrota A'yun. saat aku wisuda anakku masih duduk di bangku SLTA.
Persisnya MA NU Banat Kudus, di executive class (PPYUR), yang merupakan
kelas unggulan.
Amanat terberat bagi diriku adalah menjadikan putriku wanita sholehah yang benar-benar Kaffah sebagai muslimah.Usaha terterberatku adalah mengarahkannya, bertolak belakangnya hatiku, antara ingin memanjakannya, kasihan namun kewajiban yang harus memaksaku untuk berlaku keras terhadapnya.
Hanya Kepada Allah saya memasrahkan diri, agar diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mengemban amanat Allah dengan baik. Amin........
Senyum manis anakku adalah kebahagiaan terbesarku...
membahagiakannya adalah tujuan terbesarku..
Dalam Tatapan matanya, berharap kasih sayang dari diriku.
Hanya mendidik dengan keras namun penuh kelembutan adalah caraku.
untuk
mengarahkannya, karena pada prinsipnya setiap anak, akan cenderung
susah dan ingin memberontak. Aku takut dan khawatir, tak mampu
menjadikannya sebagai wanita sholehah. Karenanya ku terpaksa menggunakan
cara yang terbaik, demi melaksanakan tugas sebagau pemangku Amanat
Allah, berupa seorang anak, agar ditunjukkan ke jalan Allah, SWT. AMIN.
H. Purnama Haryadi, Suamiku .......
Semoga kami bersama sampai akhir hidup kami...
meski sering berbeda pendapat, berbeda prinsip. namun
Alhamdulillah sampai saat ini mampu kami atasi.
Semoga selamanya akan ternaungi oleh Rahman Rahim Allah SWT.
Agar kami terbalutkan Sakinah, Mawaddah, Warohmah.. Amin
Menurut
pendapatorang, wajah kami mirip, body language kami mirip, menurut kami
juga sifat kami mirip, sama 2 banter, gak bisa mengalah, keras, mau
menang sendiri, mau bener sendiri, namun itulah kami. Dua kehidupan dari
latar belakang berbeda namun dipersatukan setelah kami berteman selama
16 tahun, sebagai teman yang sering bermusuhan. Namun ternyata takdir
menentukan lain, yang selama ini tidak pernah akur dalam berteman,
justru bertemu dalam ikatan suci, sebagai suami isteri.Subhanalloh..... Allah Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Tahu akan segala sesuatu. Hikmah apa yang terkandung di dalamnya Hanya Dia yang tahu. Wallahu A'lam Bissowab.... itulah yang dapat saya tuliskan, Semoga Kami tetap istiqomah dalam beribadah. Amin.
Kami memang sama-sama bukan yang pertama, tapi kami berdoa semoga kami yang terakhir.
tak
pernah sedetikpun ku mencintainya, tak pernah pula ku terbersit tuk
mencintainya. karena rasa cinta itu entah Telah kupersembahkan untuk
siapa....
yang pasti cinta hakiki yang ku miliki senantiasa untukMu. Penciptaku. Beserta RasulMu sebagai khalifah dan kekasihMu.
Namun....
takdir mengharuskan kami untuk melanjutkan bersama untuk beribadah,
sampai akhir. Memang terlalu berat bagi kami, dalam mengarunginya, namun
tekad kebersamaan yang mampu membawa kami, melewati bahtera kekerasan
hati dan sifat kami, sama2 keras, kenceng dan tidak mau mengalah..Ya Rabb, Semoga Ridho-Mu, senantiasa menaungi kehidupan kami, Engkau bimbing kami dalam mengarungi Bahtera yang kami lewati. Hanya Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang. Amin.
Persembahan di hidupku...
Apalagi saat menyampaikan tausiah performance kita elegance. anggun, menarik, berwibawa.... PD tanpa menyiratkan rasa sombong, angkuh, ingin menggurui namun hadir menawarkan persahabatan maka sukseslah ceramah anda...
BERMATA TAPI TAK MELIHAT
Bermata tapi tak melihat
Bertelinga tapi tak mendengar
Bermulut tapi tak menyapa
Berhati tapi tak merasa
Berharta tapi tak sedekah
Berbenda tapi tak berzakat
Berilmu tapi tak beramal
Berjalan tapi tak terarah
Semoga kita terhindar
dari hal-hal yang demikian
Semoga kita menjau
dari sifat yang demikian
Beramal tapi kurang ikhlas
Berjanji tapi suka lupa
Bergunjing hampir tiap hari
Berkata sering menyakitkan
Bermata tapi tak melihat
Bermata tapi tak melihat
Lagu: Jaka Bimbo & Sam Bimbo
Lirik: Taufiq Ismail
WUDHU-(Bimbo) (Lagu: Jaka Bimbo, Lirik : Hendarmin R)
Kubaca Ta’awudz dan
Basmalah
Lalu ku ucapkan
Kubasuh tanganku
Kusucikan kedua tanganku
Kubasuh mulutku,
kusucikan lidah dan ucapanku
Kubasuh hidungku,
kusucikan penciumanku
Kubasuh mukaku,
kusucikan wajah dan penglihatanku
Kubasuh lenganku,
kesucikan perbuatanku
Reff:
Kubasuh rambutku,
kusucikan pikiranku
Kubasuh telingaku,
kusucikan pendengaranku
Kubasuh kakiku,
kusucikan langkahku
Allah ya Rabbi
ijinkan aku menghadapMu
Allah ya Rabbi
ijinkan aku menghadapMu..
Lirik lagu Jefry Al Buchori Bidadari
Surga
Setiap
manusia punya rasa cinta,
yang mesti dijaga kesucianya
namun ada kala insan tak berdaya,
saat dusta mampir bertahta
yang mesti dijaga kesucianya
namun ada kala insan tak berdaya,
saat dusta mampir bertahta
Kuinginkan
dia,
yang punya setia.
Yang mampu menjaga kemurniaanya.
Saat ku tak ada,
ku jauh darinya,
amanah pun jadi penjaganya
yang punya setia.
Yang mampu menjaga kemurniaanya.
Saat ku tak ada,
ku jauh darinya,
amanah pun jadi penjaganya
*
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah…..
Bidadari Surgaku
Bidadari Surgaku
Tiada
yang memahami,
sgala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku
sgala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku
Maafkanlah
aku
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu
*
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah…..
Bidadari Surgaku
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah…..
Bidadari Surgaku
Jagalah Hati
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Bila hati kian bersih, berfikir pun
selalu jernih
Semangat hidupkan gigih, prestasi mudah di raih
Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Aqhlak kian terpuruk, dia jadi mahluk terkutuk
(Kembali ke reff)
Semangat hidupkan gigih, prestasi mudah di raih
Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Aqhlak kian terpuruk, dia jadi mahluk terkutuk
(Kembali ke reff)
Bila hati kian suci, tak ada yang
tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Tapi bila hati keruh, batin pun selalu gemuruh
Serasa diburu musuh, dengan Allah kian jauh
(Kembali ke reff)
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Tapi bila hati keruh, batin pun selalu gemuruh
Serasa diburu musuh, dengan Allah kian jauh
(Kembali ke reff)
Bila hati kian lapang, hidup susah
tetap senang
Walau sulit menghadang, di hadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit
(Kembali ke reff)
Walau sulit menghadang, di hadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit
(Kembali ke reff)
Bila hati kian benci, tutur kata
penuh caci
Perilaku tak terpuji, bisa jadi mahluk keji
Namun bila penuh sayang, hati pun akan di sayang
Hidup pun terasa lapang, hidup bersamakan senang
(Kembali ke reff)
Perilaku tak terpuji, bisa jadi mahluk keji
Namun bila penuh sayang, hati pun akan di sayang
Hidup pun terasa lapang, hidup bersamakan senang
(Kembali ke reff)
Bila hati penuh tawadhu’, hidup
indah semanis madu
Aqhlak menawan qolbu, berpisah pun selalu dirindu
Tapi bila hati takabur, hatipun selalu bergembur
Merasa sehebat guntur, akhirnya masuk kubur
(Kembali ke reff)
Aqhlak menawan qolbu, berpisah pun selalu dirindu
Tapi bila hati takabur, hatipun selalu bergembur
Merasa sehebat guntur, akhirnya masuk kubur
(Kembali ke reff)




Senyumnya bahagiaku..
Bahagianya tujuan hidupku..
Dukanya deritaku.
Dalam tatapnya ada bayangku..
Tuk menghantarnya..
Jadi mutiara sholehah..
Penghias dunia
Nan fana...
My princess...
Saat aku bermanfaat untuk orang lain, instansi ataupun bangsa negara dan agamaku.
Khan ku rangkai kamampuanku,
tuk kupersembahkan di hidupku..
Yel2 Kartini
*.
Ho ho ho ho....Ho ho ho.............(Awalan Lagu Iwak Peyek)
*
Pokoke Njoget..Pokoke Njoget...(Pokoke Njoget)
*. Opolosan....Oplosan....Oplosan..(Masuk Lagu Oplosan)
Opo ora pingin mirsani..
Ibu-ibu podho beraksi,
Tampil Yel-yel Pamer kreasi
Generasi Kartini..... Siji....Loro....Telu,,,,,
Reff.
Ayo poro konco,
Rene dho gembiro,
Ojo mikir utange,
Sementara dilalekke...
Saiki wayahe, nglalekke masalahe,
Kanggo konsentrasi,
ngelingi....
Ibu kita kartini,,,,,,,, Satu....dua...tiga...
*. Menyanyikan lagu, Ibu Kita Kartini..















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar