Hikmah 91
Posted in 10. Tak Terhimpit Tatkala Sempit
“Allah melapangkan keadaanmu agar engkau tidak selalu dalam
kesempitan, dan Allah menyempitkan keadaanmu agar engkau tidak terlarut
dalam kelapangan, serta Dia melepaskanmu dari keduanya agar engkau
terbebas dari sesuatu selain-Nya.”
Syekh Fadhlala ra. memberikan ulasannya sbb:
Diri selalu ingin lapang dan senang. Sementara itu pengalaman-pengalaman
lapang dan sempit terus berlangsung. Salik yang taat mengalami
pengharapan dalam keadaan lapang dan kecemasan dalam keadaan sempit,
serta mencari makna hakiki di balik cara-cara ini.
Orang yang
mengalami ma’rifat (pencerahan batin) melihat Allah SWT sebagai sebab
dari semua situasi dan kondisi. Dia-lah Pengumpul dan Pemilik segala
sesuatu. Orang-orang yang tercerahkan tidak memperdulikan kondisi lapang
atau sempit, karena kondisi ini selalu berubah-ubah, sedangkan batin
mereka tidak.
Sedang Ustadz Salim Bahreisy ra. mensyarah sbb:
Allah merubah-ubah kondisi kita dari sedih/sempit dan gembira/lapang,
dari sehat ke sakit, dari kaya ke miskin, dari terang ke gelap, supaya
kita mengerti bahwa kita tidak bebas dari Hukum Ketentuan-Nya, agar kita
selalu berdiri di atas landasan Laa haula wa laa quwwata ill billahi (tiada daya untuk mengelakkan sesuatu, dan tiada kekuatan untuk melaksanakan sesuatu, kecuali dengan pertolongan Allah Ta’ala)
Firman Allah:
“Agar kamu tidak (terlalu) bersedih terhadap apa yang terlepas
dari tanganmu, dan tidak (terlalu) gembira atas apa yang diberikan
kepadamu..”
Nah Sahabat…
Sekian sejarah keteladanan hidup dari para hamba Allah yang telah
ma’rifat memberikan pelajaran kepada kita, bahwa siapa yang meyakini dan
mentawakalkan urusannya kepada Allah, niscaya Dia Ta’ala akan menjamin
kehidupan kita.
Laa haula wa laa quwwata illa billahi al-‘Aliyy al-‘Adhim. Wallahu a’lam bishawwab.[]
Kamis, 18 Desember 2014
Terjemah Al-Hikam karya Syaikh Ibnu Aththoillah oleh Ustadz Salim Bahreisy
AL-HIKAM
Setelah kita mulai belajar merenungkan dan berjuang mengamalkannya
setahap demi setahap hikmah-hikmah yang penuh kedalaman makna dari
seorang shiddiqin, yaitu Syaikh Ibnu Aththoillah ra. marilah kita
melanjutkannya ke hikmah berikutnya.
Dengan membaca Bismillahirrahmannirahim, serta kalau sahabat-sahabat tidak berkeberatan mengirimkan fadhillah/keutamaan bacaan QS. Al-Fatihah kepada Sang Syaikh Ibnu Aththoillah, Ustadz Salim Bahreisy dan Syaikh Fadhlala Haeri, mari kita awali kajian dan renungan kita.
Betapa ademnya hati jika kita mengerti dan memahami siapa kita, dengan mendalami dan membaca terjemahan Al-Hikam syekh ibnu aththaillah ( Hehhehee.... karena aku tidak faham bahasa Arab, sehingga terjemahan yang bisa aku pelajari) ..... mudah2an tahap demi tahap aku bisa memasukkan dan meng-uploud
dalam dwisur blog ini, terutama sebagai belajar sendiri, syukur2 bisa bermanfaat bagi orang lain.
Aku mengambil dan mengopy dan ingin mensyiarkan pengajian Al-Hikam ini, sebagai bentuk diriku melaksanakan kewajiban dakwah, namun untuk lebih jelas monggo di buka dalam buku Al-Hikam sendiri.
Hikmah no 4
“Istirahatkan dirimu dari at-tadbir(kerisauan mengatur kebutuhan), sebab apa yang sudah dijaminkan/diselesaikan oleh selainmu, tidak perlu engkau sibuk memikirkannya.”
Ustadz Salim Bahreisy menambahan dalam buku terjemahannya di hal 14:
Sebagai seorang hamba, kita wajib dan harus melulu mengenal kewajiban, sedang jaminan upah/balasan ada di tangan majikan, maka tidak usah merisaukan pikiran maupun perasaan untuk mengatur (tadbir), karena mengkhawatirkan apa yang telah dijaminkan itu tidak tiba, atau terlambat. Sebab ragu terhadap jaminan Allah adalah tanda kurangnya iman kita.
_____________________________________________________________________________________
Sahabats,
Marilah kita menyadari bahwa kalimat hikmah tersebut keluar dari seorang yang pengenalannya (ma’rifat) kepada Allah beserta Af’al, Shifat dan Asma-Nya telah mencapai maqam/tingkat yang jauh di atas maqam kita, yaitu kesempurnaan atas seizin Allah.
Beliau yang telah mengenal bahwa Allah adalah Rabb yang sempurna Pemeliharaan serta Pemberian Rezeki-Nya kepada makhluk-makhluknya, menasihatkan kepada kita yang seringkali kelalaian kita menyebabkan kurang yakinnya kita atas Pemeliharaan serta Penjaminan rezeki kita oleh Allah.
Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Allah, sebab Dia, Rabb yang sekaligus Ar-Raazak pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita.
Di antara kewajiban kita yang telah Allah firmankan dalam Al-Quran antara lain,
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. ThaaHa [20]:14)
“…Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya”, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’ad [13]:28)
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al-A’raaf [7]:172)
Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am [6]:161-162)
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 45-46)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang lubb-nya aktif (ulil albab), (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran [3]: 190-191)
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. ThaaHaa [20]:132)
Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘Aliyyul ‘Adhim.
Wa Allahu A’lam bi shawwab. []
Hikmah no 5
“Kesungguh-sungguhanmu untuk mencapai apa-apa yang telah dijaminkan bagimu serta keteledoranmu terhadap kewajiban-kewajiban yang telah diamanahkan kepadamu, membuktikan butanya mata hatimu.”
Tambahan keterangan Ustadz Salim Bahreisy (penerjemah) di halaman 15-16:
Firman Allah di QS.Al-Ankabut[29]:60: “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”
(QS. ThaaHaa[20]:132)
Kerjakan apa yang menjadi kewajiban kita terhadap Kami (Allah), dan Kami melengkapi bagi kita bagian Kami. Di sini ada 2 hal, satu, yang dijamin Allah, maka hendaknya kita jangan menuduh (su’udhon) terhadap Allah. Kedua, yang dituntut Allah maka jangan kita abaikan.
Dalam sebuah hadits yang kurang lebih artinya demikian:
“Mengapakah orang-orang yang mengagungkan orang yang kaya, pemboros dan menghina ahli-ahli ibadah, serta yang selalu mengikuti tuntunan Al-Quran hanya yang sesuai dengan hawa nafsu mereka sedangkan ayat-ayat yang tidak sesuai dengan hawanafsunya mereka tinggalkan, padahal yang demikian itu berarti mempercayai sebagian Kitab Allah, dan mengabaikan (kufur) terhadap sebagian isi Kitab-Nya. Mereka berusaha untuk mencapai apa-apa yang dapat dicapai tanpa usaha, yaitu bagian yang pasti tiba dan ajal yang sudah ditentukan, dan rezeki yang menjadi bagiannya, tetapi tidak berusaha untuk mencapai apa yang tidak dicapai kecuali dengan usahanya, yaitu pahala-pahala yang besar dan amal-amal ibadah dan ‘dagangan’ yang tidak akan rusak.”
Ibrahim Al-Khawwash berkata: “Jangan memaksakan diri untuk mencapai apa yang telah dijamin (dicukupi), dan jangan menyia-nyiakan (mengabaikan) apa yang diamanahkan kepadamu.”
Oleh sebab itu, maka siapa yang berusaha untuk mencapai yang sudah dijamin, dan mengabaikan apa yang ditugaskan kepadanya, maka berarti buta mata hatinya, karena sangat bodohnya.
______________________________________________________________________
Sahabats,
Kewajiban yang hendaknya kita ikhtiarkan dengan perjuangan sekuat tenaga adalah secara singkat mencari keridhoan Allah SWT dalam berbagai kondisi kita. Dan jika dirinci lebih lanjut a.l.:
- Dzikrullah baik dalam duduk, berdiri, berbaring, dsb (QS. 3:191)
- Khusyu’ dalam shalat (QS. 2:45-46)
- Shaum lahir maupun batin (QS. 2:183)
- Menyempurnakan keberserah-dirian kepada Allah SWT (QS. 2:208)
- Takwa dengan sebenar-benarnya takwa (haqqatu qattihi; QS. 3:102)
- Menerima dengan ridho dan menjaga rezeki harta yang Allah anugrahkan
- Dsb.
Sesungguhnya rezeki harta yang sudah, sedang maupun akan kita terima, telah Allah tetapkan (qodho) di Lauh Al-Mahfudz. Tentu saja, keyakinan kita terhadap hal tersebut serta penyikapan kita sesuai dengan tingkat keimanan dan ketakwaan kita masing-masing. Itulah yang dimaksudkan oleh Syaikh Ibnu Aththoillah ra. sebagai apa-apa yang telah dijaminkan bagimu.
Sedangkan istiqamah dzikrullah, shalat yang khusyu’, keberserah-dirian yang total kepada Allah, menerima apa-apa yang Allah anugrahkan kepada kita tidaklah Allah berikan jika kita tidak berjuang dengan keras, itulah yang dimaksud oleh beliau sebagai kewajiban-kewajiban yang telah diamanahkan kepadamu.
Demikianlah, jika kita mengabaikan yang menjadi kewajiban karena energi dan kesempatan kita sudah habis dipergunakan mencari apa-apa yang sudah dijamin oleh Allah SWT, maka kita disebut buta mata hati.
Sahabats,
Marilah kita merenungi hikmah di atas dengan qalbu yang semoga Allah bebaskan dari penguasaan hawanafsu, serta akal nalar yang mengikuti hukum-hukumnya dengan optimal.
Laa haula wa laa quwwata illa billahil Aliyyul Adhim.
Wa Allahu A’lam bishawwab.[]
Hikmah 9
“Beraneka warna jenis amal, itu karena bermacam-macamnya anugrah(waarid) Allah kepada hamba-hamba-Nya.”

Ustadz Salim Bahreisy ra. mensyarah dalam terjemahnya halaman 21 sbb:
Karena itu tiap orang shalih yang menuju ke suatu maqam (tingkat) harus mengerti dalam ibadah yang mana ia merasakan nikmat ibadah tersebut, karena di situlah ‘terbuka’ qalbunya. Apakah dalam shalat, atau shaum, atau ibadah yang lainnya.
Syaikh Fadhalla Hairi ra. dalam terjemahnya halaman 9 mengomentari:
“Suatu perbuatan yang timbul dari hati yang suci dan merdeka tidak sama dengan perbuatan yang termotivasi oleh keinginan-keinginan, ketakutan-ketakutan, dan ambisi-ambisi pribadi. Hasil dari perbuatan juga berbeda-beda sesuai dengan niat dan keadaan hati kita. Perbuatan adalah gerakan lahir dari apa yang ada dalam hati dan tergantung pada keadaannya. Jadi, seluruh kondisi dan pengalaman eksistensial merefleksikan keadaan hati yang sebenarnya.”
===========================================================
Sahabat, hanya dengan hati yang jernih dari prasangka buruk serta pikiran yang tidak menghakimi, biasanya hidayah serta pemahaman yang optimal itu Allah anugrahkan kepada kita.
Semoga rahmat dan barakah Allah senantiasa tercurah bagi kita. Amiin.
Laa haula wa laa quwwata illa bilahil Aliyyul Adhim.
Wallahu A’lam bishshawwab.[]
Hikmah 10
“Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh-nya adalah terdapatnya rahasia ikhlas (sirr al-ikhlas) dalam perbuatan itu.”
Ustadz Salim Bahreisy ra. dalam terjemahnya memberikan syarah sbb:
Keikhlasan seseorang dalam amal perbuatannya menurut tingkat kedudukannya (maqam). Seorang abrar, keikhlasannya telah bersih dari riya’, baik riya’ yang jelas maupuan yang samar. Tujuan amal perbuatan mereka selalu hanya pahala yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang ikhlas. Hal ini merujuk pada ayat “Iyyaka na’budu.hanya kepada-Mu kami mengabdi/beribadah.” (QS. Al-Fatihah[1]:5), dan tiada kami mempersekutukan Engkau dalam pengabdianku ini kepada sesuatu yang lain.
Adapun keikhlasan hamba-hamba Allah pada maqam Muqarrabin adalah menerapkan pengertian Laa haula wa laa quwwata illa billaahi (tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah) tiada daya untuk mengelakkan, dan tiada kekuatan untuk berbuat apa pun kecuali dengan pertolongan langsung dari Allah, tiada kekuatan sendiri, semua kekuatan yang kita miliki hanya dari Allah. Kalangan Muqarrabin ini meyakini bahwa semua amal mereka semata-mata hanya anugrah dari Allah, sebab Allah-lah yang memberi hidayah dan taufiq(pertolongan untuk takwa). Hal ini merujuk pada ayat, “Iyyaka nasta’in.. Hanya kepada-Mu kami minta pertolongan..” (QS. Al-Fatihah[1]:5). Hanya kepada-Mu kami mengharap bantuan pertolongan, sebab kami sendiri tidak berdaya.
Amal kalangan abrar disebut amal lillahi, beramal karena Allah. Amal lillahi menghasilkan memperhatikan hukum syariat lahir. Sedangkan amal kalangan Muqarrabin disebut Amal billahi, beramal dengan bantuan karunia anugrah Allah. Amal billahi menembus ke dalam syariat bathin hingga ke rasa qalbu (dzauq).
Seorang guru berkata, “Perbaikilah amal perbuatan kita dengan keikhlasan, dan perbaikilah keikhlasan kita dengan merasa amal itu tidak berasal dari kekuatan kita sendiri, karena semua itu terjadi semata-mata karena bantuan pertolongan dan rahmat Allah SWT.
Syaikh Fadhalla Hairi, mensyarah sbb:
Amal perbuatan adalah perwujudan dari niat dan keinginan kita. Pengalaman-pengalaman lahiriah adalah cerminan dari realitas dan kondisi bathin kita. Usaha-usaha kita akan gagal apabila tidak sesuai dengan tujuan, sehingga kita menjadi bingung. Puncak keikhlasan adalah kesadaran bahwa kita tidak mempunyai kekuatan dan kehendak-bebas (free will). Bergantung sepenuhnya hanya kepada Allah, memahami amr(perintah)-Nya, dan hanya mengharapkan hasil terbaik yang tercelupi Nur-Nya.
______________________________________________________________________
Kadar keikhlasan kita juga ditentukan oleh tingkat kesucian qalbu serta totalitas diri kita. Dan kesucian qalbu dan diri kita adalah terbebasnya kita dari penyakit-penyakit bathin seperti kesombongan, iri dengki, riya’, terlena terhadap kenikmatan dunia sehingga lalai dzikrullah, dsb. Nah, marilah kita senantiasa meningkatkan terapi kita untuk mensucikan diri kita agar kualitas keikhlasan kita meningkat, dan semoga dengan pertolongan dan rahmat Allah bisa mencapai keikhlasan yang cerminannya berwujud Amal Lillahi hingga akhirnya Amal Billahi, insya Allah.[]
Terjemah Al-Hikam karya Syaikh Ibnu Aththoillah oleh Ustadz Salim Bahreisy
Setelah kita mulai belajar merenungkan dan berjuang mengamalkannya
setahap demi setahap hikmah-hikmah yang penuh kedalaman makna dari
seorang shiddiqin, yaitu Syaikh Ibnu Aththoillah ra. marilah kita
melanjutkannya ke hikmah berikutnya.
Dengan membaca Bismillahirrahmannirahim, serta kalau sahabat-sahabat tidak berkeberatan mengirimkan fadhillah/keutamaan bacaan QS. Al-Fatihah kepada Sang Syaikh Ibnu Aththoillah, Ustadz Salim Bahreisy dan Syaikh Fadhlala Haeri, mari kita awali kajian dan renungan kita.
Betapa ademnya hati jika kita mengerti dan memahami siapa kita, dengan mendalami dan membaca terjemahan Al-Hikam syekh ibnu aththaillah ( Hehhehee.... karena aku tidak faham bahasa Arab, sehingga terjemahan yang bisa aku pelajari) ..... mudah2an tahap demi tahap aku bisa memasukkan dan meng-uploud
dalam dwisur blog ini, terutama sebagai belajar sendiri, syukur2 bisa bermanfaat bagi orang lain.
Aku mengambil dan mengopy dan ingin mensyiarkan pengajian Al-Hikam ini, sebagai bentuk diriku melaksanakan kewajiban dakwah, namun untuk lebih jelas monggo di buka dalam buku Al-Hikam sendiri.
Hikmah no 4
“Istirahatkan dirimu dari at-tadbir(kerisauan mengatur kebutuhan), sebab apa yang sudah dijaminkan/diselesaikan oleh selainmu, tidak perlu engkau sibuk memikirkannya.”
Ustadz Salim Bahreisy menambahan dalam buku terjemahannya di hal 14:
Sebagai seorang hamba, kita wajib dan harus melulu mengenal kewajiban, sedang jaminan upah/balasan ada di tangan majikan, maka tidak usah merisaukan pikiran maupun perasaan untuk mengatur (tadbir), karena mengkhawatirkan apa yang telah dijaminkan itu tidak tiba, atau terlambat. Sebab ragu terhadap jaminan Allah adalah tanda kurangnya iman kita.
_____________________________________________________________________________________
Sahabats,
Marilah kita menyadari bahwa kalimat hikmah tersebut keluar dari seorang yang pengenalannya (ma’rifat) kepada Allah beserta Af’al, Shifat dan Asma-Nya telah mencapai maqam/tingkat yang jauh di atas maqam kita, yaitu kesempurnaan atas seizin Allah.
Beliau yang telah mengenal bahwa Allah adalah Rabb yang sempurna Pemeliharaan serta Pemberian Rezeki-Nya kepada makhluk-makhluknya, menasihatkan kepada kita yang seringkali kelalaian kita menyebabkan kurang yakinnya kita atas Pemeliharaan serta Penjaminan rezeki kita oleh Allah.
Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Allah, sebab Dia, Rabb yang sekaligus Ar-Raazak pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita.
Di antara kewajiban kita yang telah Allah firmankan dalam Al-Quran antara lain,
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. ThaaHa [20]:14)
“…Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya”, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’ad [13]:28)
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al-A’raaf [7]:172)
Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am [6]:161-162)
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 45-46)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang lubb-nya aktif (ulil albab), (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran [3]: 190-191)
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. ThaaHaa [20]:132)
Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘Aliyyul ‘Adhim.
Wa Allahu A’lam bi shawwab. []
Hikmah no 5
“Kesungguh-sungguhanmu untuk mencapai apa-apa yang telah dijaminkan bagimu serta keteledoranmu terhadap kewajiban-kewajiban yang telah diamanahkan kepadamu, membuktikan butanya mata hatimu.”
Tambahan keterangan Ustadz Salim Bahreisy (penerjemah) di halaman 15-16:
Firman Allah di QS.Al-Ankabut[29]:60: “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”
(QS. ThaaHaa[20]:132)
Kerjakan apa yang menjadi kewajiban kita terhadap Kami (Allah), dan Kami melengkapi bagi kita bagian Kami. Di sini ada 2 hal, satu, yang dijamin Allah, maka hendaknya kita jangan menuduh (su’udhon) terhadap Allah. Kedua, yang dituntut Allah maka jangan kita abaikan.
Dalam sebuah hadits yang kurang lebih artinya demikian:
“Mengapakah orang-orang yang mengagungkan orang yang kaya, pemboros dan menghina ahli-ahli ibadah, serta yang selalu mengikuti tuntunan Al-Quran hanya yang sesuai dengan hawa nafsu mereka sedangkan ayat-ayat yang tidak sesuai dengan hawanafsunya mereka tinggalkan, padahal yang demikian itu berarti mempercayai sebagian Kitab Allah, dan mengabaikan (kufur) terhadap sebagian isi Kitab-Nya. Mereka berusaha untuk mencapai apa-apa yang dapat dicapai tanpa usaha, yaitu bagian yang pasti tiba dan ajal yang sudah ditentukan, dan rezeki yang menjadi bagiannya, tetapi tidak berusaha untuk mencapai apa yang tidak dicapai kecuali dengan usahanya, yaitu pahala-pahala yang besar dan amal-amal ibadah dan ‘dagangan’ yang tidak akan rusak.”
Ibrahim Al-Khawwash berkata: “Jangan memaksakan diri untuk mencapai apa yang telah dijamin (dicukupi), dan jangan menyia-nyiakan (mengabaikan) apa yang diamanahkan kepadamu.”
Oleh sebab itu, maka siapa yang berusaha untuk mencapai yang sudah dijamin, dan mengabaikan apa yang ditugaskan kepadanya, maka berarti buta mata hatinya, karena sangat bodohnya.
______________________________________________________________________
Sahabats,
Kewajiban yang hendaknya kita ikhtiarkan dengan perjuangan sekuat tenaga adalah secara singkat mencari keridhoan Allah SWT dalam berbagai kondisi kita. Dan jika dirinci lebih lanjut a.l.:
- Dzikrullah baik dalam duduk, berdiri, berbaring, dsb (QS. 3:191)
- Khusyu’ dalam shalat (QS. 2:45-46)
- Shaum lahir maupun batin (QS. 2:183)
- Menyempurnakan keberserah-dirian kepada Allah SWT (QS. 2:208)
- Takwa dengan sebenar-benarnya takwa (haqqatu qattihi; QS. 3:102)
- Menerima dengan ridho dan menjaga rezeki harta yang Allah anugrahkan
- Dsb.
Sesungguhnya rezeki harta yang sudah, sedang maupun akan kita terima, telah Allah tetapkan (qodho) di Lauh Al-Mahfudz. Tentu saja, keyakinan kita terhadap hal tersebut serta penyikapan kita sesuai dengan tingkat keimanan dan ketakwaan kita masing-masing. Itulah yang dimaksudkan oleh Syaikh Ibnu Aththoillah ra. sebagai apa-apa yang telah dijaminkan bagimu.
Sedangkan istiqamah dzikrullah, shalat yang khusyu’, keberserah-dirian yang total kepada Allah, menerima apa-apa yang Allah anugrahkan kepada kita tidaklah Allah berikan jika kita tidak berjuang dengan keras, itulah yang dimaksud oleh beliau sebagai kewajiban-kewajiban yang telah diamanahkan kepadamu.
Demikianlah, jika kita mengabaikan yang menjadi kewajiban karena energi dan kesempatan kita sudah habis dipergunakan mencari apa-apa yang sudah dijamin oleh Allah SWT, maka kita disebut buta mata hati.
Sahabats,
Marilah kita merenungi hikmah di atas dengan qalbu yang semoga Allah bebaskan dari penguasaan hawanafsu, serta akal nalar yang mengikuti hukum-hukumnya dengan optimal.
Laa haula wa laa quwwata illa billahil Aliyyul Adhim.
Wa Allahu A’lam bishawwab.[]
Hikmah 9
“Beraneka warna jenis amal, itu karena bermacam-macamnya anugrah(waarid) Allah kepada hamba-hamba-Nya.”

Ustadz Salim Bahreisy ra. mensyarah dalam terjemahnya halaman 21 sbb:
Karena itu tiap orang shalih yang menuju ke suatu maqam (tingkat) harus mengerti dalam ibadah yang mana ia merasakan nikmat ibadah tersebut, karena di situlah ‘terbuka’ qalbunya. Apakah dalam shalat, atau shaum, atau ibadah yang lainnya.
Syaikh Fadhalla Hairi ra. dalam terjemahnya halaman 9 mengomentari:
“Suatu perbuatan yang timbul dari hati yang suci dan merdeka tidak sama dengan perbuatan yang termotivasi oleh keinginan-keinginan, ketakutan-ketakutan, dan ambisi-ambisi pribadi. Hasil dari perbuatan juga berbeda-beda sesuai dengan niat dan keadaan hati kita. Perbuatan adalah gerakan lahir dari apa yang ada dalam hati dan tergantung pada keadaannya. Jadi, seluruh kondisi dan pengalaman eksistensial merefleksikan keadaan hati yang sebenarnya.”
===========================================================
Sahabat, hanya dengan hati yang jernih dari prasangka buruk serta pikiran yang tidak menghakimi, biasanya hidayah serta pemahaman yang optimal itu Allah anugrahkan kepada kita.
Semoga rahmat dan barakah Allah senantiasa tercurah bagi kita. Amiin.
Laa haula wa laa quwwata illa bilahil Aliyyul Adhim.
Wallahu A’lam bishshawwab.[]
Hikmah 10
“Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh-nya adalah terdapatnya rahasia ikhlas (sirr al-ikhlas) dalam perbuatan itu.”
Ustadz Salim Bahreisy ra. dalam terjemahnya memberikan syarah sbb:
Keikhlasan seseorang dalam amal perbuatannya menurut tingkat kedudukannya (maqam). Seorang abrar, keikhlasannya telah bersih dari riya’, baik riya’ yang jelas maupuan yang samar. Tujuan amal perbuatan mereka selalu hanya pahala yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang ikhlas. Hal ini merujuk pada ayat “Iyyaka na’budu.hanya kepada-Mu kami mengabdi/beribadah.” (QS. Al-Fatihah[1]:5), dan tiada kami mempersekutukan Engkau dalam pengabdianku ini kepada sesuatu yang lain.
Adapun keikhlasan hamba-hamba Allah pada maqam Muqarrabin adalah menerapkan pengertian Laa haula wa laa quwwata illa billaahi (tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah) tiada daya untuk mengelakkan, dan tiada kekuatan untuk berbuat apa pun kecuali dengan pertolongan langsung dari Allah, tiada kekuatan sendiri, semua kekuatan yang kita miliki hanya dari Allah. Kalangan Muqarrabin ini meyakini bahwa semua amal mereka semata-mata hanya anugrah dari Allah, sebab Allah-lah yang memberi hidayah dan taufiq(pertolongan untuk takwa). Hal ini merujuk pada ayat, “Iyyaka nasta’in.. Hanya kepada-Mu kami minta pertolongan..” (QS. Al-Fatihah[1]:5). Hanya kepada-Mu kami mengharap bantuan pertolongan, sebab kami sendiri tidak berdaya.
Amal kalangan abrar disebut amal lillahi, beramal karena Allah. Amal lillahi menghasilkan memperhatikan hukum syariat lahir. Sedangkan amal kalangan Muqarrabin disebut Amal billahi, beramal dengan bantuan karunia anugrah Allah. Amal billahi menembus ke dalam syariat bathin hingga ke rasa qalbu (dzauq).
Seorang guru berkata, “Perbaikilah amal perbuatan kita dengan keikhlasan, dan perbaikilah keikhlasan kita dengan merasa amal itu tidak berasal dari kekuatan kita sendiri, karena semua itu terjadi semata-mata karena bantuan pertolongan dan rahmat Allah SWT.
Syaikh Fadhalla Hairi, mensyarah sbb:Amal perbuatan adalah perwujudan dari niat dan keinginan kita. Pengalaman-pengalaman lahiriah adalah cerminan dari realitas dan kondisi bathin kita. Usaha-usaha kita akan gagal apabila tidak sesuai dengan tujuan, sehingga kita menjadi bingung. Puncak keikhlasan adalah kesadaran bahwa kita tidak mempunyai kekuatan dan kehendak-bebas (free will). Bergantung sepenuhnya hanya kepada Allah, memahami amr(perintah)-Nya, dan hanya mengharapkan hasil terbaik yang tercelupi Nur-Nya.
______________________________________________________________________
Kadar keikhlasan kita juga ditentukan oleh tingkat kesucian qalbu serta totalitas diri kita. Dan kesucian qalbu dan diri kita adalah terbebasnya kita dari penyakit-penyakit bathin seperti kesombongan, iri dengki, riya’, terlena terhadap kenikmatan dunia sehingga lalai dzikrullah, dsb. Nah, marilah kita senantiasa meningkatkan terapi kita untuk mensucikan diri kita agar kualitas keikhlasan kita meningkat, dan semoga dengan pertolongan dan rahmat Allah bisa mencapai keikhlasan yang cerminannya berwujud Amal Lillahi hingga akhirnya Amal Billahi, insya Allah.[]
Hikmah 11
“Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna hasil buahnya.”
Ustadz Salim Bahreisy ra. mensyarah:
Tiada sesuatu yang lebih berbahaya bagi seseorang yang sedang beramal, daripada menginginkan kedudukan dan kemashuran di tengah-tengah masyarakat. Hal ini termasuk dari tipu daya hawa nafsu.
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa berendah-hati maka Allah akan memuliakannya, dan barangsiapa sombong, Allah akan menghinakannya.”
Ibrahim bin Adham ra berkata:
“Tidak benar-benar menuju ke Allah siapa yang beramal untuk kemashuran dirinya.”
Ayyub As-Sakhtiyani ra berkata:
“Demi Allah, tiada seorang hamba yang bersungguh-sungguh ikhlas pada Allah, melainkan ia merasa senang jika tidak mengetahui kedudukannya.”
Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal ra, Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya riya’ meski sedikit, termasuk syirik. Dan siapa yang memusuhi seorang waliyullah, berarti telah berperang terhadap Allah. Dan Allah menyayangi hamba-Nya yang bertakwa namun tidak terkenal, yang bila tidak ada tidak dicari, bila ada tidak dipanggil serta tidak dikenal. Hati mereka laksana pelita hidayah(petunjuk), mereka terhindar dari segala kegelapan kesukaran.
Abu Hurairah ra berkata, Ketika kami di majelis Rasulullah saw tiba-tiba beliau saw bersabda:
“Besuk pagi akan ada seorang ahli sorga yang shalat bersama kalian. Abu Hurairah berkata, Aku berharap semoga akulah orang yang ditunjuk oleh Rasulullah itu. Maka pagi-pagi aku shalat di belakang Rasulullah saw dan tetap tinggal di majelis setelah orang-orang pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba hitam berkain compang-camping datang dan berjabat tangan pada Rasulullah saw sambil berkata: Ya Nabiyallah, doakan semoga aku mati syahid. Maka Rasulullah saw berdoa, sementara kami mencium wangi kesturi dari tubuhnya. Kemudian (setelah orang itu pergi) aku (Abu Hurairah ra) bertanya: Apakah orang itu Ya Rasulullah? Jawab Nabi: Ya benar. Ia seorang hamba dari bani fulan. Abu Hurairah bertanya lagi: Mengapa tidak kau beli dan kemudian kau merdekakan ya Nabiyallah? Bagaimana aku akan dapat berbuat demikian, bila Allah hendak menjadikan dia seorang raja di sorga. Hai Abu Hurairah, sesungguhnya di sorga itu ada raja dan orang-orang terkemuka. Dan hamba sahaya ini salah seorang raja dan terkemuka. Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah mengasihi kepada makhluk-Nya yang suci hati, yang menyembunyikan diri dari masyarakatnya, yang bersih, yang rambutnya terurai (tidak tersisir rapi), yang perutnya kempis kecuali dari hasil yang halal, yang bila akan masuk istana raja niscaya tidak diperkenankan (karena tampilan lahiriahnya), bila meminang wanita bangsawan tidak diterima, bila tidak ada tidak dicari, bila hadir tidak dihiraukan, bila sakit tidak dijenguk, bahkan bila meninggal jenazahnya tidak dihadiri.”
Ketika sahabat bertanya: Tunjukkan kepada kami seorang dari mereka ya Nabiyallah..
Nabi menjawab: “Uwais Al-Qarny ra, seorang berkulit coklat, lebar kedua bahunya, sedang tingginya, selalu menundukkan kepalanya sambil membaca al-Quran, di bumi tidak dikenal, tetapi terkenal di langit. Andaikan dia bersungguh-sungguh minta sesuatu kepada Allah, pasti Diaberi. Di bahu kirinya ada bekas belang sedikit. Hai Umar dan Ali, jika kamu kelak bertemu dengannya, maka mintalah dia membacakan istighfar untuk kalian.”
Sedangkan Syarah Syeikh Fadhlala Haeri dalam terjemahnya:
Kalau perbuatan-perbuatan kita tidak didasarkan pada pengabdian yang rendah hati (tawadhu’) kepada Allah, maka perbuatan-perbuatan tersebut tidak akan menunjukkan hasilnya dan tidak terbebas dari kepalsuan serta kemusyrikan (menyekutkan Allah) secara halus.
Bila kita menginginkan reputasi atau penghargaan, maka buah dari perbuatan kita yang seperti itu akan asam dan busuk, karena sifat dunia yang selalu berubah.
Pencari spiritual yang sukses tidak mempedulikan apa yang muncul sebagai hasil akhir perbuatan, karena ia merasakan rahmat-Nya sejak awal penyerahan-dirnya kepada Allah SWT.
______________________________________________________________________
Di tengah-tengah masyarakat yang berpandangan bahwa ketermashuran di masyarakat adalah sebuah cita-cita yang membahagiakan secara duniawi, tentu mengerti dan mengamalkan ajaran para Kekasih Allah di atas menjadi sesuatu yang tidak mudah. Untuk itu kita sebaiknya bersahabat dengan mereka yang sama mempunyai tekad yang kuat untuk meneladani para kekasih Allah, agar kita bisa saling menolong dalam perjuangan menggapai ridho Allah dalam hal ini.
Laa haula wa laa quwwata illa billahi Al-Aliy Al-Adhim
Wallahu a’lam bishshawwab.[]
“Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna hasil buahnya.”
Ustadz Salim Bahreisy ra. mensyarah:
Tiada sesuatu yang lebih berbahaya bagi seseorang yang sedang beramal, daripada menginginkan kedudukan dan kemashuran di tengah-tengah masyarakat. Hal ini termasuk dari tipu daya hawa nafsu.
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa berendah-hati maka Allah akan memuliakannya, dan barangsiapa sombong, Allah akan menghinakannya.”
Ibrahim bin Adham ra berkata:
“Tidak benar-benar menuju ke Allah siapa yang beramal untuk kemashuran dirinya.”
Ayyub As-Sakhtiyani ra berkata:
“Demi Allah, tiada seorang hamba yang bersungguh-sungguh ikhlas pada Allah, melainkan ia merasa senang jika tidak mengetahui kedudukannya.”
Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal ra, Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya riya’ meski sedikit, termasuk syirik. Dan siapa yang memusuhi seorang waliyullah, berarti telah berperang terhadap Allah. Dan Allah menyayangi hamba-Nya yang bertakwa namun tidak terkenal, yang bila tidak ada tidak dicari, bila ada tidak dipanggil serta tidak dikenal. Hati mereka laksana pelita hidayah(petunjuk), mereka terhindar dari segala kegelapan kesukaran.
Abu Hurairah ra berkata, Ketika kami di majelis Rasulullah saw tiba-tiba beliau saw bersabda:
“Besuk pagi akan ada seorang ahli sorga yang shalat bersama kalian. Abu Hurairah berkata, Aku berharap semoga akulah orang yang ditunjuk oleh Rasulullah itu. Maka pagi-pagi aku shalat di belakang Rasulullah saw dan tetap tinggal di majelis setelah orang-orang pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba hitam berkain compang-camping datang dan berjabat tangan pada Rasulullah saw sambil berkata: Ya Nabiyallah, doakan semoga aku mati syahid. Maka Rasulullah saw berdoa, sementara kami mencium wangi kesturi dari tubuhnya. Kemudian (setelah orang itu pergi) aku (Abu Hurairah ra) bertanya: Apakah orang itu Ya Rasulullah? Jawab Nabi: Ya benar. Ia seorang hamba dari bani fulan. Abu Hurairah bertanya lagi: Mengapa tidak kau beli dan kemudian kau merdekakan ya Nabiyallah? Bagaimana aku akan dapat berbuat demikian, bila Allah hendak menjadikan dia seorang raja di sorga. Hai Abu Hurairah, sesungguhnya di sorga itu ada raja dan orang-orang terkemuka. Dan hamba sahaya ini salah seorang raja dan terkemuka. Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah mengasihi kepada makhluk-Nya yang suci hati, yang menyembunyikan diri dari masyarakatnya, yang bersih, yang rambutnya terurai (tidak tersisir rapi), yang perutnya kempis kecuali dari hasil yang halal, yang bila akan masuk istana raja niscaya tidak diperkenankan (karena tampilan lahiriahnya), bila meminang wanita bangsawan tidak diterima, bila tidak ada tidak dicari, bila hadir tidak dihiraukan, bila sakit tidak dijenguk, bahkan bila meninggal jenazahnya tidak dihadiri.”
Ketika sahabat bertanya: Tunjukkan kepada kami seorang dari mereka ya Nabiyallah..
Nabi menjawab: “Uwais Al-Qarny ra, seorang berkulit coklat, lebar kedua bahunya, sedang tingginya, selalu menundukkan kepalanya sambil membaca al-Quran, di bumi tidak dikenal, tetapi terkenal di langit. Andaikan dia bersungguh-sungguh minta sesuatu kepada Allah, pasti Diaberi. Di bahu kirinya ada bekas belang sedikit. Hai Umar dan Ali, jika kamu kelak bertemu dengannya, maka mintalah dia membacakan istighfar untuk kalian.”
Sedangkan Syarah Syeikh Fadhlala Haeri dalam terjemahnya:
Kalau perbuatan-perbuatan kita tidak didasarkan pada pengabdian yang rendah hati (tawadhu’) kepada Allah, maka perbuatan-perbuatan tersebut tidak akan menunjukkan hasilnya dan tidak terbebas dari kepalsuan serta kemusyrikan (menyekutkan Allah) secara halus.
Bila kita menginginkan reputasi atau penghargaan, maka buah dari perbuatan kita yang seperti itu akan asam dan busuk, karena sifat dunia yang selalu berubah.
Pencari spiritual yang sukses tidak mempedulikan apa yang muncul sebagai hasil akhir perbuatan, karena ia merasakan rahmat-Nya sejak awal penyerahan-dirnya kepada Allah SWT.
______________________________________________________________________
Di tengah-tengah masyarakat yang berpandangan bahwa ketermashuran di masyarakat adalah sebuah cita-cita yang membahagiakan secara duniawi, tentu mengerti dan mengamalkan ajaran para Kekasih Allah di atas menjadi sesuatu yang tidak mudah. Untuk itu kita sebaiknya bersahabat dengan mereka yang sama mempunyai tekad yang kuat untuk meneladani para kekasih Allah, agar kita bisa saling menolong dalam perjuangan menggapai ridho Allah dalam hal ini.
Laa haula wa laa quwwata illa billahi Al-Aliy Al-Adhim
Wallahu a’lam bishshawwab.[]
Senin, 29 September 2014
IBUKU....MY MOTHER.....MY MOM.... Super Heroku....
Bunda
Aku adalah seorang putri dari dua bersaudara, dari seroarng ibu yang sangat taat dan sholehah.
Beliau begitu berkorban untuk kami berdua, dalam derita dan keterbatasan yang dimilikinya.
Beliau cantik nan ayu, taat beribadah dan masuk dalam ibu yang sukses, menjadikan kami berdua menjadi pegawai,
dua wanita yang mampu mandiri dan bekerja sendiri tanpa menggantungkan pada laki-laki.
Meski dalam pernikahan pertama beliau gagal, menjadikan kami memiliki seorang bapak tiri yang sangat bertanggung jawab.
itu semua berkat beliau yang meu berkorban untuk kami, dua anak perempuannya, meski bersuamikan 17 tahun diatas beliau.
Beliau rela mengesampingkan kesenangan dan kebahagiaannya demi masa depan kami berdua.
terima kasih ibu,,,, terima kasih bunda ....terima kasih atas semuanya. semoga Engkau senantiasa sehat, tegar, tabah, bahagia lahir bathin , dunia dan akhirat. jika boleh ku meminta pada Allah, Engkaulah yang paling berharga dan paling ku cintai di dunia ini, diatas suami dan anakku, setelah Engkau dan RasulMu... namun karena aku seorang istri dan seorang ibu, maka cinta itu aku tempatkan pada porsinya.
Sehingga tiada berlebihan dikala diriku, akan mengalirkan air mataku dengan sesaknya dada ini, kala ku lantunkan lagu ini.... untukmu ibuku, I Love Mom.... Bundaku Sayang...
BUNDA...
Lirik lagu, Eri Susan..
Bunda engkaulah muara kasih dan sayang
Bunda tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
untuk diriku yang kau sayang
untuk diriku yang kau sayang
Saat diriku dekat dalam sentuhan,
peluk kasihmu nan sayang
peluk kasihmu nan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan,
doamu kau sertakan
doamu kau sertakan
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Ku ingin kau tahu bunda
Betapa ku mencintaimu
lebih dari segalanya
Betapa ku mencintaimu
lebih dari segalanya
Ku mohon restu dalam langkahmu,
bahagiaku seiring doamu
bahagiaku seiring doamu
Bunda tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
untuk diriku yang kau sayang
untuk diriku yang kau sayang
Saat diriku dekat dalam sentuhan,
peluk kasihmu nan sayang
peluk kasihmu nan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan,
doamu kau sertakan
doamu kau sertakan
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Ku ingin kau tahu bunda
Betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Ku mohon restu dalam langkahmu,
bahagiaku seiring doamu
bahagiaku seiring doamu
ku mohon restu dalam langkahmu,
Rabu, 13 Agustus 2014
DOA, ARTIKEL, KEISLAMAN
TIada kedamaian terasa selain merajuk manja padaMu...
Tiada kebahagiaan selain bercengerama denganMu..
Tiada ketentraman terasa selain
Dalam rengkuhan kasihMu...
Tiada keceriaan terasa selain dalam cintaMu..
Tiada kenikmatan terasa selakin dalam belaianMu...
ASAku....
Manjakan aku...
Rengkuh aku... ..
Cintai aku.....
Belai aku....
Bentangi Kasih ssyangMu
Ya Rabb ku...

DOA AWAL TAHUN DAN AKHIR TAHUN...
ASSALAMU'ALAIKUM Wr Wb:
Para Muslimin Muslimat, rasanya setiap bulan Ramadhan jiwa kita tersadarkan tenyang hal2 yang terlalaikan pada bulan2 lain, kita sadari keimanan kita mengalami fluktuasi.. berbeda dengan imannnya Malaikat dan para Nabi, oleh karenanya saat Ramadhan keimanan kita meningkat sehingga hati kita akan tersadar dan terusik tentang lemahnya iman kita, kurangnya ibadah kita... untuk itu, mari kita lihat artikel, yang mungkin
Peristiwa gempa besar ini akan
diikuti dengan kekacauan global yang mengerikan. Manusia masih sanggup bertahan
dalam suasana tak menentu tersebut hingga kehancuran total terjadi pada Jumat
21 Oktober 2011. Camping tak hanya melakukan prediksi. Ia juga mengumpulkan
dana untuk membiayai kampanye kiamat melalui baliho hingga iklan di media
massa.
Tiada kebahagiaan selain bercengerama denganMu..
Tiada ketentraman terasa selain
Dalam rengkuhan kasihMu...
Tiada keceriaan terasa selain dalam cintaMu..
Tiada kenikmatan terasa selakin dalam belaianMu...
ASAku....
Manjakan aku...
Rengkuh aku... ..
Cintai aku.....
Belai aku....
Bentangi Kasih ssyangMu
Ya Rabb ku...

![]() |
| Add caption |
DOA AWAL TAHUN DAN AKHIR TAHUN...
ASSALAMU'ALAIKUM Wr Wb: Para Muslimin Muslimat, rasanya setiap bulan Ramadhan jiwa kita tersadarkan tenyang hal2 yang terlalaikan pada bulan2 lain, kita sadari keimanan kita mengalami fluktuasi.. berbeda dengan imannnya Malaikat dan para Nabi, oleh karenanya saat Ramadhan keimanan kita meningkat sehingga hati kita akan tersadar dan terusik tentang lemahnya iman kita, kurangnya ibadah kita... untuk itu, mari kita lihat artikel, yang mungkin

Berbagai prediksi tentang datangnya
kiamat tidak pernah berhenti dari waktu ke waktu. Kalangan Kristen
fundamentalis yang tergabung dalam sebuah jaringan radio di Amerika Serikat
mengatakan kiamat lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Penyiar Family
Radio Worldwide yang bermarkas di California, Harold Camping, menghitung kiamat
akan terjadi pada Sabtu 21 Mei 2011. Akan terjadi gempa besar di Lautan
Pasifik, mayat-mayat terlempar keluar dari kuburan. Camping juga pernah
meramalkan akhir dunia terjadi pada tahun 1994, tetapi ramalan tersebut tidak
terbukti.
kiamat tidak pernah berhenti dari waktu ke waktu. Kalangan Kristen
fundamentalis yang tergabung dalam sebuah jaringan radio di Amerika Serikat
mengatakan kiamat lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Penyiar Family
Radio Worldwide yang bermarkas di California, Harold Camping, menghitung kiamat
akan terjadi pada Sabtu 21 Mei 2011. Akan terjadi gempa besar di Lautan
Pasifik, mayat-mayat terlempar keluar dari kuburan. Camping juga pernah
meramalkan akhir dunia terjadi pada tahun 1994, tetapi ramalan tersebut tidak
terbukti.
Peristiwa gempa besar ini akan
diikuti dengan kekacauan global yang mengerikan. Manusia masih sanggup bertahan
dalam suasana tak menentu tersebut hingga kehancuran total terjadi pada Jumat
21 Oktober 2011. Camping tak hanya melakukan prediksi. Ia juga mengumpulkan
dana untuk membiayai kampanye kiamat melalui baliho hingga iklan di media
massa.
Ramalan itu berdasarkan dalam
Alkitab. Disebutkan bahwa kiamat terjadi 7.000 tahun setelah banjir besar yang
dialami Nuh. Kiamat juga terjadi pada hari Sabtu.
Survei yang dilakukan The Salt Lake Tribune atas ramalan ini
memperlihatkan 67 persen penganut Kristen Evangelis mempercayai Camping.
Sementara 30 persen lainnya menolak untuk percaya. Sisanya mengaku tidak tahu.
Alkitab. Disebutkan bahwa kiamat terjadi 7.000 tahun setelah banjir besar yang
dialami Nuh. Kiamat juga terjadi pada hari Sabtu.
Survei yang dilakukan The Salt Lake Tribune atas ramalan ini
memperlihatkan 67 persen penganut Kristen Evangelis mempercayai Camping.
Sementara 30 persen lainnya menolak untuk percaya. Sisanya mengaku tidak tahu.
Ramalan kiamat 21 Mei ini justru
mendapat tentangan dari sebagian kalangan Kristen lain. Mengutip perkataan Yesus
dalam Injil Matheus, kalangan penolak ramalan menyebutkan kiamat tidak bisa
diprediksi waktunya. Dalam survei yang sama, terlihat 68 persen penganut
Kristen Protestan tak percaya kiamat terjadi pada 21 Mei sementara 30 persen
lainnya mengaku percaya. Penganut Kristen Katolik juga senada, sebanyak 61
persen tidak percaya akan ramalan dan hanya 34 persen yang meyakini.
mendapat tentangan dari sebagian kalangan Kristen lain. Mengutip perkataan Yesus
dalam Injil Matheus, kalangan penolak ramalan menyebutkan kiamat tidak bisa
diprediksi waktunya. Dalam survei yang sama, terlihat 68 persen penganut
Kristen Protestan tak percaya kiamat terjadi pada 21 Mei sementara 30 persen
lainnya mengaku percaya. Penganut Kristen Katolik juga senada, sebanyak 61
persen tidak percaya akan ramalan dan hanya 34 persen yang meyakini.
Kiamat
Kiamat biasanya merujuk kepada
tulisan eskatologis dalam ketiga agama Abrahamik: Yudaisme, Kristen, dan Islam.
Akhir zaman seringkali digambarkan sebagai suatu masa yang diwarnai oleh
kesusahan yang mendahului kedatangan kembali dari Mesias yang telah diramalkan.
Mesias adalah tokoh yang akan mengantarkan datangnya Kerajaan Allahdan
mengakhiri penderitaan dan kejahatan. Namun demikian, gambaran-gambaran terinci
tentang kejadian ini tergantung pada keyakinan masing-masing yang dipelajari.
Sejumlah agama dan tradisi memiliki keyakinan-keyakinan tentang Akhir zaman,
yang menghasilkan beraneka sistem keyakinan, tradisi, dan perilaku
tulisan eskatologis dalam ketiga agama Abrahamik: Yudaisme, Kristen, dan Islam.
Akhir zaman seringkali digambarkan sebagai suatu masa yang diwarnai oleh
kesusahan yang mendahului kedatangan kembali dari Mesias yang telah diramalkan.
Mesias adalah tokoh yang akan mengantarkan datangnya Kerajaan Allahdan
mengakhiri penderitaan dan kejahatan. Namun demikian, gambaran-gambaran terinci
tentang kejadian ini tergantung pada keyakinan masing-masing yang dipelajari.
Sejumlah agama dan tradisi memiliki keyakinan-keyakinan tentang Akhir zaman,
yang menghasilkan beraneka sistem keyakinan, tradisi, dan perilaku
Senin, 11 Agustus 2014
ASA DI HIDUPKU.....SYUKURKU
Asaku....
Ya Allah ya Rabb...
Aku adalah hambamu yg nista,
Penuh dengan kenaifan..
Khilaf, dosa dan alpa,
Namun ...
Pintaku hanya hidayahMu..
Kasih sayangMu..
Ridho dan keberkahanMu..
Yang menjadi asa hidupku...
Akhiri detak jantungku..
Dengan kalimat menyebutMu..
Tetap menghamba padaMu..
Engkau ambil nyawaku.
Dengan mengingatMu..
Kau beri aku.
Di akhir waktuku..
Dengan...
Khusnul khotimah.
Amiin ya Allah....
Rabu. Dinihari..26 november 2014
.
Aku adalah seorang putri dari dua bersaudara, dari seroarng ibu yang sangat taat dan sholehah. Beliau begitu berkorban untuk kami berdua, dalam derita dan keterbatasan yang dimilikinya. Beliau cantik nan ayu, taat beribadah dan masuk dalam ibu yang sukses, menjadikan kami berdua menjadi pegawai, dua wanita yang mampu mandiri dan bekerja sendiri tanpa menggantungkan pada laki-laki. Meski dalam pernikahan pertama beliau gagal, menjadikan kami memiliki seorang bapak tiri yang sangat bertanggung jawab. itu semua berkat beliau yang meu berkorban untuk kami, dua anak perempuannya, meski bersuamikan 17 tahun diatas beliau. Beliau rela mengesampingkan kesenangan dan kebahagiaannya demi masa depan kami berdua. terima kasih ibu,,,, terima kasih bunda ....terima kasih atas semuanya. semoga Engkau senantiasa sehat, tegar, tabah, bahagia lahir bathin , dunia dan akhirat. jika boleh ku meminta pada Allah, Engkaulah yang paling berharga dan paling ku cintai di dunia ini, diatas suami dan anakku, setelah Engkau dan RasulMu... namun karena aku seorang istri dan seorang ibu, maka cinta itu aku tempatkan pada porsinya.
Sehingga
tiada berlebihan dikala diriku, akan mengalirkan air mataku dengan
sesaknya dada ini, kala ku lantunkan lagu ini.... untukmu ibuku, I Love you my Mom.... Bundaku Sayang...
BUNDA...
Bunda engkaulah super heroku. Super women . Darimulah muara kasih dan sayang Ku dapatka... cinta tulus tak bertepi telah ku reguk.....
Engkaulah muara kasih dan sayang.
Apapun pasti kau lakukan
demi anakmu yang tersayang
demi anakmu yang tersayang
Bunda tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
untuk diriku yang kau sayang
untuk diriku yang kau sayang
Saat diriku dekat dalam sentuhan,
peluk kasihmu nan sayang
peluk kasihmu nan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan,
doamu kau sertakan
doamu kau sertakan
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Ku ingin kau tahu bunda
Betapa ku mencintaimu
lebih dari segalanya
Betapa ku mencintaimu
lebih dari segalanya
Ku mohon restu dalam langkahmu,
bahagiaku seiring doamu
bahagiaku seiring doamu
Bunda tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
untuk diriku yang kau sayang
untuk diriku yang kau sayang
Saat diriku dekat dalam sentuhan,
peluk kasihmu nan sayang
peluk kasihmu nan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan,
doamu kau sertakan
doamu kau sertakan
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Kadang tak sengaja ku membuat
relung hatimu terluka
Ku ingin kau tahu bunda
Betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Ku mohon restu dalam langkahmu,
bahagiaku seiring doamu
bahagiaku seiring doamu
ku mohon restu dalam langkahmu,
bahagiaku seiring doamu
bahagiaku seiring doamu
Kakakku stu stunya, Hj. Eko Susanti, Spdi, MPd,
Sebagai guru SD...
Bersuamikan H. Sigit Gunawan, SE. yang berdinas di PT. Sucofindo. Putranya 3 orang, terdiri dari 1 cewek dan 2 cowok.

ku
mengagumimu.. ku terpesona padamu..ulama hebatku.. selalu ku tunggu tausyiahmu....Kunanti untaian kalimat2 indahmu..yang mampu menyejukkan
kalbu, yang dahaga Cahaya penghantar Hidayah, tuk menggapai bahagia di
akhir Cerita.Ulama
hebatku.....Kau ku rindu..ku nanti..ku cinta..semua susunan kalimatmu, adalah motor penggerakku tuk menggapai hidayah cahayaNya...
Puji Syukur yang tiada terhingga,
karena Engkau telah memberikan kedamaian kepadaku,
Berupa Kesempatan untuk bercengerama denganMu...
Mengadu dan merajuk padaMu.....
Bersandar dalam belaian Kasih sayangMu....
Memohon dan meminta pertolonganMu........
Subhanallah....
Indahnya tiada terhingga, tiada terukur dengan apapun.
Keindahan, Kedamaian, Kebahagiaan yang ku dapat dari itu,
tiada mungkin dapat terbayarkan dengan apapun,
Tiada dapat terucapkan dengan kata kata,
Tiada dapat terungkapkan, kecuali hanya bisa aku rasakan...
ALLAHU AKBAR..................
Engkau Maha Besar....
Hanya Engkau Yang Maha Tahu akan segala sesuatu,
Dan siapapun itu, yang akan Engkau berikan HidayahMu,
Kasih SayangMu dan Bentangan KasihMu....
Meski aku tiada pantas untuk itu,
namun YA RABB.
Ku berharap, raih diriku untuk selalu berjalan,
sesuai jalanMu.... sesuai RidhoMu, tuk meraih keberkahanMu.
Aku merindukanMu ya Rabb..... Jika aku jauh dariMu..
Jangan biarkan aku jauh dariMu Ya Allah........
Jangan biarkan aku melupakanMu........
Karena hampanya hatiku jika aku jauh dariMu.
Kosongnya jiwaklu jika aku tidak merajuk, berkeluh kesah padaMu...
Jangan diamkan aku jika melangkah jauh dariMu....
Ya Allah....
betapa sepinya aku, tanpa menghamba padaMu,
Namun karena kehinaankulah, terkadang aku melangkah menjauh dariMu,
karena duniaMu, sering aku menghinakan diriku. dengan melangkah jauh dariMu,
Tiada sadar menjatuhkan diriku dalam jurang kenistaan yang jauh dari keberkahanMu.
Karenyanya Ya Rabb............
Bimbing daku selalu di jalanMu..
Raih aku tuk selalu mendekat padaMu,
Bentangi aku dalam kepak sayap Kasih Sayangmu,
Naungi aku dalam KeberkahanMu,
Ajaklah daku dalam Lurus jalanMu,
Berikan daku kehangatan RidhoMu....
Agar kebahagiaan dan kedamaian itu dapat aku miliki selamanya,
Ketentraman serta kebarkahan daku rasakan, dalam menapaki sisa kefanaan dunia,
disisa hembusan nafasku ini.
Abadan Abada...
Fiddunya Wal Aakhiroh...
I Miss U, Ya Allah.......
Saat aku wisuda Pasca sarjana ilmu Hukum di Undaris, Ungaranpada tanggal 25 April 2013.
Kebahagiaaanku saat bersama Putri tercintaku....
Fathimah
Nadia Qurrota A'yun. saat aku wisuda anakku masih duduk di bangku SLTA.
Persisnya MA NU Banat Kudus, di executive class (PPYUR), yang merupakan
kelas unggulan.
Amanat terberat bagi diriku adalah menjadikan putriku wanita sholehah yang benar-benar Kaffah sebagai muslimah.Usaha terterberatku adalah mengarahkannya, bertolak belakangnya hatiku, antara ingin memanjakannya, kasihan namun kewajiban yang harus memaksaku untuk berlaku keras terhadapnya.
Hanya Kepada Allah saya memasrahkan diri, agar diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mengemban amanat Allah dengan baik. Amin........
Senyum manis anakku adalah kebahagiaan terbesarku...
membahagiakannya adalah tujuan terbesarku..
Dalam Tatapan matanya, berharap kasih sayang dari diriku.
Hanya mendidik dengan keras namun penuh kelembutan adalah caraku.
untuk
mengarahkannya, karena pada prinsipnya setiap anak, akan cenderung
susah dan ingin memberontak. Aku takut dan khawatir, tak mampu
menjadikannya sebagai wanita sholehah. Karenanya ku terpaksa menggunakan
cara yang terbaik, demi melaksanakan tugas sebagau pemangku Amanat
Allah, berupa seorang anak, agar ditunjukkan ke jalan Allah, SWT. AMIN.
H. Purnama Haryadi, Suamiku .......
Semoga kami bersama sampai akhir hidup kami...
meski sering berbeda pendapat, berbeda prinsip. namun
Alhamdulillah sampai saat ini mampu kami atasi.
Semoga selamanya akan ternaungi oleh Rahman Rahim Allah SWT.
Agar kami terbalutkan Sakinah, Mawaddah, Warohmah.. Amin
Menurut
pendapatorang, wajah kami mirip, body language kami mirip, menurut kami
juga sifat kami mirip, sama 2 banter, gak bisa mengalah, keras, mau
menang sendiri, mau bener sendiri, namun itulah kami. Dua kehidupan dari
latar belakang berbeda namun dipersatukan setelah kami berteman selama
16 tahun, sebagai teman yang sering bermusuhan. Namun ternyata takdir
menentukan lain, yang selama ini tidak pernah akur dalam berteman,
justru bertemu dalam ikatan suci, sebagai suami isteri.Subhanalloh..... Allah Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Tahu akan segala sesuatu. Hikmah apa yang terkandung di dalamnya Hanya Dia yang tahu. Wallahu A'lam Bissowab.... itulah yang dapat saya tuliskan, Semoga Kami tetap istiqomah dalam beribadah. Amin.
Kami memang sama-sama bukan yang pertama, tapi kami berdoa semoga kami yang terakhir.
tak
pernah sedetikpun ku mencintainya, tak pernah pula ku terbersit tuk
mencintainya. karena rasa cinta itu entah Telah kupersembahkan untuk
siapa....
yang pasti cinta hakiki yang ku miliki senantiasa untukMu. Penciptaku. Beserta RasulMu sebagai khalifah dan kekasihMu.
Namun....
takdir mengharuskan kami untuk melanjutkan bersama untuk beribadah,
sampai akhir. Memang terlalu berat bagi kami, dalam mengarunginya, namun
tekad kebersamaan yang mampu membawa kami, melewati bahtera kekerasan
hati dan sifat kami, sama2 keras, kenceng dan tidak mau mengalah..Ya Rabb, Semoga Ridho-Mu, senantiasa menaungi kehidupan kami, Engkau bimbing kami dalam mengarungi Bahtera yang kami lewati. Hanya Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang. Amin.
Persembahan di hidupku...
Apalagi saat menyampaikan tausiah performance kita elegance. anggun, menarik, berwibawa.... PD tanpa menyiratkan rasa sombong, angkuh, ingin menggurui namun hadir menawarkan persahabatan maka sukseslah ceramah anda...
BERMATA TAPI TAK MELIHAT
Bermata tapi tak melihat
Bertelinga tapi tak mendengar
Bermulut tapi tak menyapa
Berhati tapi tak merasa
Berharta tapi tak sedekah
Berbenda tapi tak berzakat
Berilmu tapi tak beramal
Berjalan tapi tak terarah
Semoga kita terhindar
dari hal-hal yang demikian
Semoga kita menjau
dari sifat yang demikian
Beramal tapi kurang ikhlas
Berjanji tapi suka lupa
Bergunjing hampir tiap hari
Berkata sering menyakitkan
Bermata tapi tak melihat
Bermata tapi tak melihat
Lagu: Jaka Bimbo & Sam Bimbo
Lirik: Taufiq Ismail
WUDHU-(Bimbo) (Lagu: Jaka Bimbo, Lirik : Hendarmin R)
Kubaca Ta’awudz dan
Basmalah
Lalu ku ucapkan
Kubasuh tanganku
Kusucikan kedua tanganku
Kubasuh mulutku,
kusucikan lidah dan ucapanku
Kubasuh hidungku,
kusucikan penciumanku
Kubasuh mukaku,
kusucikan wajah dan penglihatanku
Kubasuh lenganku,
kesucikan perbuatanku
Reff:
Kubasuh rambutku,
kusucikan pikiranku
Kubasuh telingaku,
kusucikan pendengaranku
Kubasuh kakiku,
kusucikan langkahku
Allah ya Rabbi
ijinkan aku menghadapMu
Allah ya Rabbi
ijinkan aku menghadapMu..
Lirik lagu Jefry Al Buchori Bidadari
Surga
Setiap
manusia punya rasa cinta,
yang mesti dijaga kesucianya
namun ada kala insan tak berdaya,
saat dusta mampir bertahta
yang mesti dijaga kesucianya
namun ada kala insan tak berdaya,
saat dusta mampir bertahta
Kuinginkan
dia,
yang punya setia.
Yang mampu menjaga kemurniaanya.
Saat ku tak ada,
ku jauh darinya,
amanah pun jadi penjaganya
yang punya setia.
Yang mampu menjaga kemurniaanya.
Saat ku tak ada,
ku jauh darinya,
amanah pun jadi penjaganya
*
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah…..
Bidadari Surgaku
Bidadari Surgaku
Tiada
yang memahami,
sgala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku
sgala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku
Maafkanlah
aku
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu
*
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah…..
Bidadari Surgaku
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah…..
Bidadari Surgaku
Jagalah Hati
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya ilahi
Bila hati kian bersih, berfikir pun
selalu jernih
Semangat hidupkan gigih, prestasi mudah di raih
Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Aqhlak kian terpuruk, dia jadi mahluk terkutuk
(Kembali ke reff)
Semangat hidupkan gigih, prestasi mudah di raih
Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Aqhlak kian terpuruk, dia jadi mahluk terkutuk
(Kembali ke reff)
Bila hati kian suci, tak ada yang
tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Tapi bila hati keruh, batin pun selalu gemuruh
Serasa diburu musuh, dengan Allah kian jauh
(Kembali ke reff)
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Tapi bila hati keruh, batin pun selalu gemuruh
Serasa diburu musuh, dengan Allah kian jauh
(Kembali ke reff)
Bila hati kian lapang, hidup susah
tetap senang
Walau sulit menghadang, di hadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit
(Kembali ke reff)
Walau sulit menghadang, di hadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit
(Kembali ke reff)
Bila hati kian benci, tutur kata
penuh caci
Perilaku tak terpuji, bisa jadi mahluk keji
Namun bila penuh sayang, hati pun akan di sayang
Hidup pun terasa lapang, hidup bersamakan senang
(Kembali ke reff)
Perilaku tak terpuji, bisa jadi mahluk keji
Namun bila penuh sayang, hati pun akan di sayang
Hidup pun terasa lapang, hidup bersamakan senang
(Kembali ke reff)
Bila hati penuh tawadhu’, hidup
indah semanis madu
Aqhlak menawan qolbu, berpisah pun selalu dirindu
Tapi bila hati takabur, hatipun selalu bergembur
Merasa sehebat guntur, akhirnya masuk kubur
(Kembali ke reff)
Aqhlak menawan qolbu, berpisah pun selalu dirindu
Tapi bila hati takabur, hatipun selalu bergembur
Merasa sehebat guntur, akhirnya masuk kubur
(Kembali ke reff)




Senyumnya bahagiaku..
Bahagianya tujuan hidupku..
Dukanya deritaku.
Dalam tatapnya ada bayangku..
Tuk menghantarnya..
Jadi mutiara sholehah..
Penghias dunia
Nan fana...
My princess...
Saat aku bermanfaat untuk orang lain, instansi ataupun bangsa negara dan agamaku.
Khan ku rangkai kamampuanku,
tuk kupersembahkan di hidupku..
Yel2 Kartini
*.
Ho ho ho ho....Ho ho ho.............(Awalan Lagu Iwak Peyek)
*
Pokoke Njoget..Pokoke Njoget...(Pokoke Njoget)
*. Opolosan....Oplosan....Oplosan..(Masuk Lagu Oplosan)
Opo ora pingin mirsani..
Ibu-ibu podho beraksi,
Tampil Yel-yel Pamer kreasi
Generasi Kartini..... Siji....Loro....Telu,,,,,
Reff.
Ayo poro konco,
Rene dho gembiro,
Ojo mikir utange,
Sementara dilalekke...
Saiki wayahe, nglalekke masalahe,
Kanggo konsentrasi,
ngelingi....
Ibu kita kartini,,,,,,,, Satu....dua...tiga...
*. Menyanyikan lagu, Ibu Kita Kartini..
Langganan:
Postingan (Atom)
Kata Indah (MOTIVASI DIRI)
# efek GalFok antara Ghosting dan Kudeta .. 😃 Aku melihat derita kesedihan di bola matamu. Hujan yang tak kunjung reda. Mawar yang layu me...
-
Dwi Sur Blog: Aku adalah seorang putri dari dua bersaudara, dari seroarng ibu yang sangat taat dan sholehah. Beliau begitu berkorban u...




















































